Toshi Koshi
Menjelang pergantian tahun - termasuk tahun ini, masyarakat di tanah air melewatkannya dengan menggelar beragam kegiatan. Berkeliling kota menggunakan mobil dan sepeda motor. Terompet meraung-raung. Jalanan dan tempat hiburan disemuti manusia. Kembang api pecah di angkasa. Masyarakatnya asyik berliburan. Begitulah dari tahun ke tahun.
Di negara lain, tradisinya lain pula. Pesta pergantian tahun di Amerika ditandai dengan tradisi penurunan bola raksasa - dijuluki apel besar (big apple) di Times Square. Di Australia dengan pesta kembang api. Di Sao Paulo Brazil dengan tradisi lomba marathon Saint Silvester. Di Skotlandia orang menunggu meriam ditembakkan dari Istana Edinburgh. Di Denmark dirayakan makanan spesial kue bolu tradisional ring cake.
Nah, di Ekuador sedikit unik, ditandai dengan membakar orang-orangan dari tokoh yang tidak disukai untuk melambangkan terhapusnya tahun yang lewat dan datangnya tahun yang baru. Di Philipina terdapat tradisi mengenakan baju bermotif bulat-bulat (polka dot), karena bentuk lingkaran dipercaya mendatangkan uang dan keberuntungan. Di India diadakan pertunjukan musik dan tari oleh bintang-bintang bollywood. Dan, di Jepang ada tradisi tidak tidur hingga pagi hari dan orang yang cepat tidur dipercaya rambutnya menjadi berubah.
Pergantian tahun ini saya masih berada di Tanah Suci. Di Semenanjung Arab. Di negara yang benderanya tertera dua kalimah syahadat. Jauh nun di Arab Saudi. Dimana sejarah negerinya bermula sekitar tahun 1750, tak kala seorang pemerintah tempatan, Muhammad bin Saud bergabung dengan seorang reformis Islam, Muhammad ibn Abd al Wahhab, untuk menciptakan satu entity politik baru.
Menyambut bulan Januari kita disuguhkan dengan bermacam pesta besar internasional. Secara umum tujuannya untuk introspeksi diri menjadi individu yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Bila anda seorang karyawan – bekerjalah lebih baik lagi. Bila anda seorang pegawai atau aparat negara – layanilah masyarakat dengan sepenuh hati. Bila anda seorang guru – ajarkanlah ilmu yang terbaik. Dan, jika anda seorang petani, nelayan, pedagang, atau apapun profesi anda, berbuat yang terbaiklah untuk diri anda, keluarga, masyarakat, daerah dan negara.
Di bulan Januari tidak hanya peristiwa pergantian tahun masehi – yang umumnya dirayakan kaum Nasrani, tetapi juga tahun baru Imlek – dirayakan umat Budha dan Hijriyah oleh umat Muslim. Belajar dari situasi sekarang, bagi umat Islam subtansi hijrah adalah perubahan atau reformasi. Yakni membangun taqwa pada diri kita, membangun ukhuwah Islamiyah dan membangun ukhuwah bil ajanib (membangun hubungan dengan non muslim). Bila itu bisa terealisasi, tidak akan ada saling sikut, saling curiga, saling fitnah dan saling ledak untuk membunuh saudaranya yang lain.
Saat ini, berapa usia anda? Bukankah anda, saya dan saudara kita yang lain, sudah berkali-kali merayakan pergantian tahun? Reformasi apa yang sudah kita lakukan? Jangan-jangan rentang waktu 365 hari hanya kita lewatkan begitu saja. Tidak memiliki makna. Dan, pergantian tahun itu hanya peristiwa ‘toshi koshi’ saja. Yaitu, melewatkan tahun semata. Tidak lebih. Dan, kita adalah orang-orang yang merugi.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda